MASALAH KEPUTUSAN MANAJEMEN
Ekonomi Mikro
ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Ekonomi Makro
Sementara Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
• Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
• Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
• Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
MATEMATIKA EKONOMI
Pengertian Matematika Ekonomi
Matematika ekonomi adalahmenganalisis secarakuntitatif permasalahan dalam bidang ekonomi.
EKONOMETRIKA
Pengertian Ekonometrika
Kalau dilihat dari segi namanya, ekonometrika berasal dari dari dua kata, yaitu “ekonomi” dan “metrika”.Kata “Ekonomi” di sini dapat dipersamakan dengan kegiatan ekonomi, yaitu kegiatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya melalui usaha pengorbanan sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin untuk mendapatkan tujuan yang seoptimal mungkin.
Kata“Metrika” mempunyai arti sebagai suatu kegiatan pengukuran. Karena dua kata ini bergabung menjadi satu,maka gabungan kedua kata tersebut menunjukkan arti bahwa yang dimaksud dengan ekonometrika adalah suatu pengukuran kegiatan-kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi manusia tidak berjalan sesaat,tetapi berkelanjutan dari waktu ke waktu, dari peristiwa ke peristiwa, dari berbagai suasana, dari berbagai lintas sektor, lintas faktor. Untuk mengukur suatu kegiatan dalam keberagaman kondisi seperti itu, maka data merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan.
Melalui data,informasi itu dapat dianalisis, diinterpretasi, untuk mengungkap kejadian-kejadian di masa lampau, sertadapat digunakan untuk prediksi masa mendatang.Pengungkapan data atau analisis data dalam kegiatan ekonomi, dapat dilakukan dengan berbagai cara ataumodel, di antaranya melalui penggunaan grafik yang biasa disebut dengan metode grafis, atau melalui penghitungan.
Ekonomi Manajerial sebagai aplikasi ekonomi dan ilmu keputusan untuk mengatasi masalah keputusan manajerial
Ekonomi manajerial adalah aplikasi teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuan atau maksudnya dengan cara yang paling efisien. Ekonomi manajerial berhubungan dengan area fungsional ilmu administrasi bisnis yang meliputi akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan produksi.
Keterkaitan dengan Teori Ekonomi
Suatu organisasi dapat memecahkan masalah keputusan manajemennya dengan menerapkan teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan. Teori ekonomi mengacu ada teori ekonomi mikro dan ekonomi makro.
Ekonomi mikro adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku ekonomis secara individual sebagai unit pengambil keputusan, seperti konsumen individu, pemilik sumber daya, dan perusahaan bisnis,di dalam sistem perdagangan bisnis, di dalam sistem perdagangan bebas.
Ekonomi makro, sebaliknya, adalah ilmu yang membahas tentang output, pendapatan, pekerjaan, konsumsi, investasi, dan harga secara total atau agregat di perekonomian dilihat secara keseluruhan.
Penutup dan kesimpulan
Dari berbagai pengertian dan definisi diatas, jadi segala teori matematika dalam ekonomi saling berkaitan dan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan.
Sekian makalah ini saya buat, semoga dapat menjadi bahan yang bermanfaat dalam matakuliah ekonomi manajerial.
Referensi narasumber
1. Definisi – definisi dan pengertian teori ekonomi (www.google search.com)
2. (ekonomi majerial)Salvatore, Dominick. Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global. Salemba Empat: Jakarta, 2005, hal. 3-10.
Monday, October 10, 2011
Framework lima kekuatan untuk mencapai keuntungan industri yang berkelanjutan
1. entri ( memasuki industri )
ancaman pendatang baru berat ringannya ancaman pendatang baru tergantung pada hambatan masuk dan reaksi dari para pesaing yang telah ada di mana pendatang baru akan memasuki industri atau pasar tersebut. Jika hambatan masuk ke industri tinggi dan pendatang baru dapat dikalahkan oleh para pesaing yang telah ada, maka perusahaan secara nyata tidak akan mendapatkan ancaman serius dari pendatang baru.
Hamabatan baru dikatakan kuat apabila :
1. Skala Ekonomi Luas.
Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena factor ini memaksa pesaing untuk memilih industri dengan skala besar ( yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak unggulan biaya ( profitabilitas yang lebih rendah).
2. Diferensiasi Produk Besar.
Diferensiasi produk artinyaperusahaan yang mapan memiliki identifikasi merk dan loyalitas customer yang berakar pada periklanan,pelayanan pelanggan,perbedaan produk di masa yang lampau. Diferensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada.
3. Kebutuhan Modal Besar
Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk.
4. Akses ke saluran distribusi yang luas
Hambatan msuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untk mengamankan distribusi produknya. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara – cara seprti penurunan harga dan diskon.
5. biaya beralih pemasok besar .
hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru.
6. Dilindungi peraturan pemerintah.
Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perjanjian,peraturan periklanan, dan sebagainya.
2. kekuatan pemasok ( supplier input produksi )
pemasok menyadiakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memprfoduksi barang atau menyediakan jasa oleh indutri atau perusahaan. Organisasi didalam satu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti : bahan baku dan modal.
Apabila pemasok mampu mengedalikan perusahaan dalam hal penyediaan input,sedang indutri tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar indutri menjadi lemah dan sebaliknya posisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila :
1. Jumlah pemasok utama.
Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih
Terkonsentrasi dibandingkandimana para pemasok menjual
produknya.
2. Ketersediaan subtitusi.
Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada
Industri.
3. produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost.
4. Ancaman integrasi dari pemasok.
Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk
melakukan forward integration.
5. Biaya beralih pemasok.
Biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok.
3. Kekuatan pembeli
Pembeli atau pelanggan disini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi. Dalam industri industri pertambangan tidak terdapat perantara antar industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila :
1. Jumlah konsumen sedikit.
Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternative pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli.
2. Daya beli konsumen rendah.
Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan konsumensangta terbatas.
3. Biaya berganti merek rendah.
Biaya berganti merek harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk subtitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat.
4. Loyalitas konsumen rendah.
Semakin tinggi loyalitas konsumen , semakin kuat kuat posisi tawar menawar mereka.
5. Informasi yang dimiliki lengkap.
Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya, semakin kuat posisi tawar menawar mereka.
4. Persaingan antara pemain industri.
Analisa pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat apabila :
1. jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitinya menjadi relative sama.
2. jika permintaan pasar bertumbuh lambat.
3. jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan.
4. jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya dipasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya.
5. jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah.
6. persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari maneuver strategi suatu perusahaan.
7. jika biaya untuk keluar dari industri lebihg tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing.
8. jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal Negara.
9. jika peruahaan kuat dari luar negeri mengakui sisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengandana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akui sisinya menjadi pemain besar di pasar.
Analisis diatas ditujukan untuk mengetahui intensitas persaingan dalam kemampu labaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri ( Porter, 1998 ).
Kekuatanmasing – masing dari lima kekuatan bersaing tersebut merupakan funsi struktur industri, sedangakan kekuatan kemampuan industri secara progresif dalammencapai keuntungan yang diharapkan.
5. subtitusi dan komplemen.
produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk subtitusi dipasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk subtitusinya. Tekanan dari tiga factor adalah :
1. harga dari produk subtitusi cukup atraktif bagi pembeli.
2. apakah produk subtitusi memiliki kualitas, performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pemnbeli.
3. tingkat kemudahan pembeli untuk beralih kepada produki subtitusi
produk subtitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk subtitusi
Daftar Pustaka :
Porter, Michael E, 1998, competitive Starategy :Techniques for analyzing industries and competitor, the Free Press, New York.
Thompson Jr. Arthur A, Strickland III, A.J., Gamble, Jhon E., 2007, Crafting and Executing Startegy : the quest for competitive Advantage concepts and casese. Mc Graw-Hill Company inc., New York.
ancaman pendatang baru berat ringannya ancaman pendatang baru tergantung pada hambatan masuk dan reaksi dari para pesaing yang telah ada di mana pendatang baru akan memasuki industri atau pasar tersebut. Jika hambatan masuk ke industri tinggi dan pendatang baru dapat dikalahkan oleh para pesaing yang telah ada, maka perusahaan secara nyata tidak akan mendapatkan ancaman serius dari pendatang baru.
Hamabatan baru dikatakan kuat apabila :
1. Skala Ekonomi Luas.
Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena factor ini memaksa pesaing untuk memilih industri dengan skala besar ( yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak unggulan biaya ( profitabilitas yang lebih rendah).
2. Diferensiasi Produk Besar.
Diferensiasi produk artinyaperusahaan yang mapan memiliki identifikasi merk dan loyalitas customer yang berakar pada periklanan,pelayanan pelanggan,perbedaan produk di masa yang lampau. Diferensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada.
3. Kebutuhan Modal Besar
Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk.
4. Akses ke saluran distribusi yang luas
Hambatan msuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untk mengamankan distribusi produknya. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara – cara seprti penurunan harga dan diskon.
5. biaya beralih pemasok besar .
hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru.
6. Dilindungi peraturan pemerintah.
Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perjanjian,peraturan periklanan, dan sebagainya.
2. kekuatan pemasok ( supplier input produksi )
pemasok menyadiakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memprfoduksi barang atau menyediakan jasa oleh indutri atau perusahaan. Organisasi didalam satu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti : bahan baku dan modal.
Apabila pemasok mampu mengedalikan perusahaan dalam hal penyediaan input,sedang indutri tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar indutri menjadi lemah dan sebaliknya posisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila :
1. Jumlah pemasok utama.
Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih
Terkonsentrasi dibandingkandimana para pemasok menjual
produknya.
2. Ketersediaan subtitusi.
Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada
Industri.
3. produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost.
4. Ancaman integrasi dari pemasok.
Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk
melakukan forward integration.
5. Biaya beralih pemasok.
Biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok.
3. Kekuatan pembeli
Pembeli atau pelanggan disini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi. Dalam industri industri pertambangan tidak terdapat perantara antar industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila :
1. Jumlah konsumen sedikit.
Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternative pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli.
2. Daya beli konsumen rendah.
Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan konsumensangta terbatas.
3. Biaya berganti merek rendah.
Biaya berganti merek harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk subtitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat.
4. Loyalitas konsumen rendah.
Semakin tinggi loyalitas konsumen , semakin kuat kuat posisi tawar menawar mereka.
5. Informasi yang dimiliki lengkap.
Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya, semakin kuat posisi tawar menawar mereka.
4. Persaingan antara pemain industri.
Analisa pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat apabila :
1. jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitinya menjadi relative sama.
2. jika permintaan pasar bertumbuh lambat.
3. jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan.
4. jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya dipasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya.
5. jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah.
6. persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari maneuver strategi suatu perusahaan.
7. jika biaya untuk keluar dari industri lebihg tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing.
8. jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal Negara.
9. jika peruahaan kuat dari luar negeri mengakui sisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengandana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akui sisinya menjadi pemain besar di pasar.
Analisis diatas ditujukan untuk mengetahui intensitas persaingan dalam kemampu labaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri ( Porter, 1998 ).
Kekuatanmasing – masing dari lima kekuatan bersaing tersebut merupakan funsi struktur industri, sedangakan kekuatan kemampuan industri secara progresif dalammencapai keuntungan yang diharapkan.
5. subtitusi dan komplemen.
produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk subtitusi dipasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk subtitusinya. Tekanan dari tiga factor adalah :
1. harga dari produk subtitusi cukup atraktif bagi pembeli.
2. apakah produk subtitusi memiliki kualitas, performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pemnbeli.
3. tingkat kemudahan pembeli untuk beralih kepada produki subtitusi
produk subtitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk subtitusi
Daftar Pustaka :
Porter, Michael E, 1998, competitive Starategy :Techniques for analyzing industries and competitor, the Free Press, New York.
Thompson Jr. Arthur A, Strickland III, A.J., Gamble, Jhon E., 2007, Crafting and Executing Startegy : the quest for competitive Advantage concepts and casese. Mc Graw-Hill Company inc., New York.
Estimasi Permintaan
1. MASALAH INDENTIFIKASI
Kita ketahui bahwa kurva permintaan suatu komoditasmenunjukkan kuantitas yang ditawarkandari suatu komoditas per satuan waktu pada berbagai tingkat harga komoditas tersebut, dengan memegang konstan variable lainnya dalam persamaan penawaran.
Titik-titik data harga kuantitas yang terobservasi, E1,E2,E3, dan E4, dihasilkan dari perpotongan kurva permintaan dan penawaran yang tak terobservasi D1,dan S1, D2 dan S2, D3, dan S3, serta D4, dan S4. Maka dari itu, garis putus-putus yang dihubungkan titik-titik E1,E2,E3, dan E4, bukan merupakan kurva permintaan dari komoditas. Untuk menurunkan kurva permintaan dari komoditas, katakana D2, kita membuat penawaran bergeser atau menjadi berbeda dan benar, terhadap kekuatan yang menyebabkan kurva permintaan D2 bergeser atau menjadi berbeda.
PENDEKATAN PENELITIAN PEMASARAN UNTUK ESTIMASI PERMINTAAN
Ada 3 cara pendekatan Pemasaran untuk Estimasi Permintaan, yaitu:
1. Survei Konsumen dan penelitian observasi.
2. Klinik Konsumen
3. Ekspermen Pasar
2. PENGENALAN ANALISIS REGRESI
Analisis Regresi adalah merupakan teknik statistik yang dapat menghasilkan garis yang paling baik yang cocokdengan data yang sesuai dengan criteria statistika yang objektif, sehingga semua peneliti yang melihat data yang sama akan mempunyai hasil yang sama. Dalam analisis regresi ada yang dikenal dengan, garis regresi, metode kuadrat kecil biasa, dan metode kuadrat terkecil. Garis Regresi adalah merupakan garis yang meminimumkan jumlah dari simpangan kuadrat pada sumbu vertikal dari setiap titik regresi tersebut. Metode Kuadrat Kecil Biasa, adalah gari regresi yang memenuhi mitode kuadrat terkecil.
Garis Regresi yang diperlihatkan pada gambar ini, merupakan garis yang paling cocok dapat mewakili titik-titik data dalam arti kata jumlah simpangan kuadrat pada sumbu vertical dari titik-titik adalah yang minimum. Regresi Sederhana, dalam bagian ini kita dapat menghitung:
1. Menghitung nilai a (titik potong Vertikal) dan nilai b (koefisien kemiringan) dari garis regresi.
2. Mengadakan Uji signifikansi estimasi-estimasi parameter.
3. Membuat interval keyakinan untuk parameter yang sebenarnya
4. Menguji kekuatan penjelas secara keseluruhan dari regresi.
1. Menghitung nilai a dan b dari gari regresi.
Bahwa suatu garis regresi merupakan suatu garis terbaik yang cocok dengan titik-titik data dalam artian bahwa jumlah simpangan kuadrat pada garis adalah minimum.
Tujuan analisis Regresi adalah untuk menhasilkan estimasi nilai a (titik potong vertikal) dan b (koefisien kemiringan) dari garis regresi.
Contoh, Estimasi permintaan:
2.Uji Signifikansi Estimasi Parameter
Untuk menguji hipotesis bahwa b adalah signifikan secara statistic, maka :
Dimana Yt dan Xt merupakan sampel observasi aktual dari variabel terikat dan bebas pada tahun t, Ýt merupakan nilai variabel terikat pada tahun t yang diestimasi dari garis regresi , X merupakan rata-rata atau nilai yang diharapkan dari variabel bebas, e merupakan factor galat atau Y- Ýt, n adalah jumlah observasi atau titik data yang dipakai dalam mengestimasi garis regresi, dan k adalah jumlah koefisien yang diestimasi dalam regresi. Nilai n-k disebut sebagai derajat kebebasan (degrees of freedom-df). Karena dalam analisis regresi sederhana kita mengestimasi dua parameter a dan b, maka nila k adalah 2, sehingga derajat kebebasan adalah n-2.
Untuk memperoleh nilai penjualan maka:
Untuk menghasilkan uji signifikan yang objektif, kita bandingkan hasil perhitungan rasio t dengan nilai kritis dari distribusi t dengan n-k.
3. Uji Signifikansi dan interval keyakinan
Uji signifikansi biasanya tidak dilakukan untuk koefisien a (titik potong vertical), karena koefisien ini biasanya mempunyai tingkat signifikansi yang kecil atau tidak sama sekali. Maka perlu kita ingat, bahwa semakin besar derajat kebebasan (semakin besar jumlah observasi atau titik data dalam hubungan terhadap jumlah parameter yang diestimasi dalam analisis regresi), semakin kecil nilai kritis t tingkat signifikansi yang kita pilih, jadi semakin besar nilai derajat kebebasan, semakin munkin bagi kita untuk menerima hipotesis yang mengatakan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel bebas dan variabel terikat.
4. Uji kecocokan Model dan Korelasi
Kita akan menguji kekuatan variabel penjelas secara keseluruhan dari keseluruhan regresi, hal ini dengan menghitung nilai koefisien determinasi, yang biasanya disimbolkan dengan R2 (coefficient of determination). R2, dinyatakan sebagai proporsi dari variasi total atau disperse dari variabel terikat (disekitar reratanya) yang bias dijelaskan oleh variasi dari variabel-variabel bebas atau penjelas pada regresi.
Variasi Total = Variasi yang Dapat dijelaskan + Variasi yang Tidak dapat dikelaskan
Variasi Total yang Bisa dijelaskan dan yang Tidak bias dijelaskan:
Variasi total pada variabel terikat, ∑(Yt – Y)2, sama dengan variasi yang dapat dijelaskan, ∑(Ýt – Ỹ)2, ditambah Variasi yang tidak dapat dijelaskan atau residual, ∑(Yt – Y)2.
Sekarang, koefisien determinasi, R2 didefinisikan sebagai rasio antara variasi Y yang dapat dijelaskan dengan variasi total. Secara matematis dapat dituliskan:
Ada dua hal yang diperhatikan dalam koefisien determinasi, yaitu:
1. Akar kuadrat dari koefisien determinasi R2, merupakan nilai absolute dari koefisien korelasi, yang dituliskan sebagai r. Dimana: r = √R2. Ini merupakan ukuran sederhana dari derajat hubungan atau kovarian yang ada antara variabel X dan Y. Tanda dari koefisien korelasi (r) adalah sama dengan tanda dari koefisien kemiringan hasil estimasi (b).
2. Walaupun analisis regresi menerangakan hubungan sebab akibat (bahwa variasi X mengakibatkan variasi Y ), ini hanya teori, karena sesungguhnya adalah mungkin koefisien determinasi (R2) yang tinggi dan korelasi (r) antara X dan Y dapat mengarah pada faktor lainya yang saling mempengaruhi antara keduanya, X dan Y yang tidak termasuk pada analisis regresi.
C. ANALISIS REGRESI BERGANDA
Model regresi berganda ( multiple regression analysis), yaitu:
Dimana Y adalah variabel terikat merupakan penerimaan penjualan perusahaan . X1 merupakan pengeluaran iklan perusahaan, dan X2 merupakan pengeluaran untuk biaya pengendalian mutu. Koefisien a, b1, b2 merupakan parameter yang harus diestimasi.
Koefisien determinasi dan R2 yang disesuaikan yaitu sebagai berikut:
D. ANALISIS VARIANS
Kekuatan menerangkan secara seluruhnya dari keseluruhan regresi dapat diuji dengan menggunakan analisis varians (analysis of variance). Ini menggunakan rasi (F). F digunakan untuk menguji hipotesis bahwa variasi dari semua variabel bebas (X) menjelaskan proporsi yang signifikan dari variasi pada variabel terikat (Y). Statistik F untuk menguji hipotesis nol bahwa semua koefisien regresi sama dengan nol melawan hipotesis altrenatif bahwa tidak semuanya sama dengan nol. Nilai statistik (F) dapat dirumuskan:
MASALAH DALAM ANALISIS REGRESI
Analisis regresi dapat menghadapi beberapa masalah yang serius yaitu:
· Multikolinearitas, mengacu pada situasi dimana dua atau lebih variabel penjelas dalam suatu regresi mempunyai korelasi yang tinggi.
· Heteroskedastisitas, hal ini timbul pada saat asumsi bahwa varians dari factor galat adalah konstan untuk semua nilai variabel bebas (Y) yang tidak dipenuhi.
· Otokorelasi dapat muncul karena adanya trend an siklus dalam variabel ekonomi, dari tidak dimasukkannya variabel yang paling dalam regresi, atau karena data non linier.
·
E. ESTIMASI PERMINTAAN DENGAN ANALISIS REGRESI
Estimasi permintaan dengan analisis regresi, terbagi atas 4 tahapan yaitu:
1. Spesifikasi Model
2. Mengumpulkan data dari variabel-variabel
3. Menspesifikasi bentuk persamaan permintaan
4. Menguji hasil ekonometri
Kita ketahui bahwa kurva permintaan suatu komoditasmenunjukkan kuantitas yang ditawarkandari suatu komoditas per satuan waktu pada berbagai tingkat harga komoditas tersebut, dengan memegang konstan variable lainnya dalam persamaan penawaran.
Titik-titik data harga kuantitas yang terobservasi, E1,E2,E3, dan E4, dihasilkan dari perpotongan kurva permintaan dan penawaran yang tak terobservasi D1,dan S1, D2 dan S2, D3, dan S3, serta D4, dan S4. Maka dari itu, garis putus-putus yang dihubungkan titik-titik E1,E2,E3, dan E4, bukan merupakan kurva permintaan dari komoditas. Untuk menurunkan kurva permintaan dari komoditas, katakana D2, kita membuat penawaran bergeser atau menjadi berbeda dan benar, terhadap kekuatan yang menyebabkan kurva permintaan D2 bergeser atau menjadi berbeda.
PENDEKATAN PENELITIAN PEMASARAN UNTUK ESTIMASI PERMINTAAN
Ada 3 cara pendekatan Pemasaran untuk Estimasi Permintaan, yaitu:
1. Survei Konsumen dan penelitian observasi.
2. Klinik Konsumen
3. Ekspermen Pasar
2. PENGENALAN ANALISIS REGRESI
Analisis Regresi adalah merupakan teknik statistik yang dapat menghasilkan garis yang paling baik yang cocokdengan data yang sesuai dengan criteria statistika yang objektif, sehingga semua peneliti yang melihat data yang sama akan mempunyai hasil yang sama. Dalam analisis regresi ada yang dikenal dengan, garis regresi, metode kuadrat kecil biasa, dan metode kuadrat terkecil. Garis Regresi adalah merupakan garis yang meminimumkan jumlah dari simpangan kuadrat pada sumbu vertikal dari setiap titik regresi tersebut. Metode Kuadrat Kecil Biasa, adalah gari regresi yang memenuhi mitode kuadrat terkecil.
Garis Regresi yang diperlihatkan pada gambar ini, merupakan garis yang paling cocok dapat mewakili titik-titik data dalam arti kata jumlah simpangan kuadrat pada sumbu vertical dari titik-titik adalah yang minimum. Regresi Sederhana, dalam bagian ini kita dapat menghitung:
1. Menghitung nilai a (titik potong Vertikal) dan nilai b (koefisien kemiringan) dari garis regresi.
2. Mengadakan Uji signifikansi estimasi-estimasi parameter.
3. Membuat interval keyakinan untuk parameter yang sebenarnya
4. Menguji kekuatan penjelas secara keseluruhan dari regresi.
1. Menghitung nilai a dan b dari gari regresi.
Bahwa suatu garis regresi merupakan suatu garis terbaik yang cocok dengan titik-titik data dalam artian bahwa jumlah simpangan kuadrat pada garis adalah minimum.
Tujuan analisis Regresi adalah untuk menhasilkan estimasi nilai a (titik potong vertikal) dan b (koefisien kemiringan) dari garis regresi.
Contoh, Estimasi permintaan:
2.Uji Signifikansi Estimasi Parameter
Untuk menguji hipotesis bahwa b adalah signifikan secara statistic, maka :
Dimana Yt dan Xt merupakan sampel observasi aktual dari variabel terikat dan bebas pada tahun t, Ýt merupakan nilai variabel terikat pada tahun t yang diestimasi dari garis regresi , X merupakan rata-rata atau nilai yang diharapkan dari variabel bebas, e merupakan factor galat atau Y- Ýt, n adalah jumlah observasi atau titik data yang dipakai dalam mengestimasi garis regresi, dan k adalah jumlah koefisien yang diestimasi dalam regresi. Nilai n-k disebut sebagai derajat kebebasan (degrees of freedom-df). Karena dalam analisis regresi sederhana kita mengestimasi dua parameter a dan b, maka nila k adalah 2, sehingga derajat kebebasan adalah n-2.
Untuk memperoleh nilai penjualan maka:
Untuk menghasilkan uji signifikan yang objektif, kita bandingkan hasil perhitungan rasio t dengan nilai kritis dari distribusi t dengan n-k.
3. Uji Signifikansi dan interval keyakinan
Uji signifikansi biasanya tidak dilakukan untuk koefisien a (titik potong vertical), karena koefisien ini biasanya mempunyai tingkat signifikansi yang kecil atau tidak sama sekali. Maka perlu kita ingat, bahwa semakin besar derajat kebebasan (semakin besar jumlah observasi atau titik data dalam hubungan terhadap jumlah parameter yang diestimasi dalam analisis regresi), semakin kecil nilai kritis t tingkat signifikansi yang kita pilih, jadi semakin besar nilai derajat kebebasan, semakin munkin bagi kita untuk menerima hipotesis yang mengatakan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel bebas dan variabel terikat.
4. Uji kecocokan Model dan Korelasi
Kita akan menguji kekuatan variabel penjelas secara keseluruhan dari keseluruhan regresi, hal ini dengan menghitung nilai koefisien determinasi, yang biasanya disimbolkan dengan R2 (coefficient of determination). R2, dinyatakan sebagai proporsi dari variasi total atau disperse dari variabel terikat (disekitar reratanya) yang bias dijelaskan oleh variasi dari variabel-variabel bebas atau penjelas pada regresi.
Variasi Total = Variasi yang Dapat dijelaskan + Variasi yang Tidak dapat dikelaskan
Variasi Total yang Bisa dijelaskan dan yang Tidak bias dijelaskan:
Variasi total pada variabel terikat, ∑(Yt – Y)2, sama dengan variasi yang dapat dijelaskan, ∑(Ýt – Ỹ)2, ditambah Variasi yang tidak dapat dijelaskan atau residual, ∑(Yt – Y)2.
Sekarang, koefisien determinasi, R2 didefinisikan sebagai rasio antara variasi Y yang dapat dijelaskan dengan variasi total. Secara matematis dapat dituliskan:
Ada dua hal yang diperhatikan dalam koefisien determinasi, yaitu:
1. Akar kuadrat dari koefisien determinasi R2, merupakan nilai absolute dari koefisien korelasi, yang dituliskan sebagai r. Dimana: r = √R2. Ini merupakan ukuran sederhana dari derajat hubungan atau kovarian yang ada antara variabel X dan Y. Tanda dari koefisien korelasi (r) adalah sama dengan tanda dari koefisien kemiringan hasil estimasi (b).
2. Walaupun analisis regresi menerangakan hubungan sebab akibat (bahwa variasi X mengakibatkan variasi Y ), ini hanya teori, karena sesungguhnya adalah mungkin koefisien determinasi (R2) yang tinggi dan korelasi (r) antara X dan Y dapat mengarah pada faktor lainya yang saling mempengaruhi antara keduanya, X dan Y yang tidak termasuk pada analisis regresi.
C. ANALISIS REGRESI BERGANDA
Model regresi berganda ( multiple regression analysis), yaitu:
Dimana Y adalah variabel terikat merupakan penerimaan penjualan perusahaan . X1 merupakan pengeluaran iklan perusahaan, dan X2 merupakan pengeluaran untuk biaya pengendalian mutu. Koefisien a, b1, b2 merupakan parameter yang harus diestimasi.
Koefisien determinasi dan R2 yang disesuaikan yaitu sebagai berikut:
D. ANALISIS VARIANS
Kekuatan menerangkan secara seluruhnya dari keseluruhan regresi dapat diuji dengan menggunakan analisis varians (analysis of variance). Ini menggunakan rasi (F). F digunakan untuk menguji hipotesis bahwa variasi dari semua variabel bebas (X) menjelaskan proporsi yang signifikan dari variasi pada variabel terikat (Y). Statistik F untuk menguji hipotesis nol bahwa semua koefisien regresi sama dengan nol melawan hipotesis altrenatif bahwa tidak semuanya sama dengan nol. Nilai statistik (F) dapat dirumuskan:
MASALAH DALAM ANALISIS REGRESI
Analisis regresi dapat menghadapi beberapa masalah yang serius yaitu:
· Multikolinearitas, mengacu pada situasi dimana dua atau lebih variabel penjelas dalam suatu regresi mempunyai korelasi yang tinggi.
· Heteroskedastisitas, hal ini timbul pada saat asumsi bahwa varians dari factor galat adalah konstan untuk semua nilai variabel bebas (Y) yang tidak dipenuhi.
· Otokorelasi dapat muncul karena adanya trend an siklus dalam variabel ekonomi, dari tidak dimasukkannya variabel yang paling dalam regresi, atau karena data non linier.
·
E. ESTIMASI PERMINTAAN DENGAN ANALISIS REGRESI
Estimasi permintaan dengan analisis regresi, terbagi atas 4 tahapan yaitu:
1. Spesifikasi Model
2. Mengumpulkan data dari variabel-variabel
3. Menspesifikasi bentuk persamaan permintaan
4. Menguji hasil ekonometri
Sunday, July 3, 2011
MACAM-MACAM NILAI MENURUT PROF. DR NOTONEGORO DAN MENURUT WALTER G. EVERETT
http://suciamaliah.blogspot.com/2011/04/macam-macam-nilai-menurut-prof-dr.htmlMenurut Prof. DR Notonagoro , nilai terbagi atas :
1. Nilai material berguna untuk jasmaniah
2. Nilai vital berguna untuk aktifitas manusia
3. Nilai kerohanian :
a. Kebenaran bersumber pada logika
b. Keindahan bersumber pada Estetika
c. Kebaikan bersumber pada Etika
d. Keyakinan/Religi bersumber pada Metafisika
Nilai (Hakikat) Pancasila Harus dilihat dari masing-masing sila dalam Pancasila :
Nilai (Hakikat) sila I : Religius Monotheisme
Nilai (Hakikat) sila II : Penghargaan terhadap kemanusiaan menghargai martabat manusia/HAM
Nilai (Hakikat) sila III : Persatuan Bangsa unifikasi/penyatuan
Nilai (Hakikat) sila IV : Kerakyatan diarahkan pada prinsip musyawarah
Nilai (Hakikat) sila V : Keadilan Sosial pemerataan
Sedangkan Menurut Walter G. Everett, nilai dibagi menjadi lima bagian sebagai berikut:
1. Nilai-nilai ekonomi (economic values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. Hal ini berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
2. Nilai-nilai rekreasi (recreation values) yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang,sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
3. Nilai-nilai perserikatan (association values) yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentukperserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
4. Nilai-nilai kejasmanian (body values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani seseorang.
5. Nilai-nilai watak (character values) nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.
1. Nilai material berguna untuk jasmaniah
2. Nilai vital berguna untuk aktifitas manusia
3. Nilai kerohanian :
a. Kebenaran bersumber pada logika
b. Keindahan bersumber pada Estetika
c. Kebaikan bersumber pada Etika
d. Keyakinan/Religi bersumber pada Metafisika
Nilai (Hakikat) Pancasila Harus dilihat dari masing-masing sila dalam Pancasila :
Nilai (Hakikat) sila I : Religius Monotheisme
Nilai (Hakikat) sila II : Penghargaan terhadap kemanusiaan menghargai martabat manusia/HAM
Nilai (Hakikat) sila III : Persatuan Bangsa unifikasi/penyatuan
Nilai (Hakikat) sila IV : Kerakyatan diarahkan pada prinsip musyawarah
Nilai (Hakikat) sila V : Keadilan Sosial pemerataan
Sedangkan Menurut Walter G. Everett, nilai dibagi menjadi lima bagian sebagai berikut:
1. Nilai-nilai ekonomi (economic values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. Hal ini berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
2. Nilai-nilai rekreasi (recreation values) yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang,sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
3. Nilai-nilai perserikatan (association values) yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentukperserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
4. Nilai-nilai kejasmanian (body values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani seseorang.
5. Nilai-nilai watak (character values) nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.
NILAI - NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PANCASILA
http://suciamaliah.blogspot.com/2011/04/nilai-nilai-yang-terkandung-dalam.htmla. Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..
d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..
d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Wawasan Kebangsaan
http://sarinur.blogspot.com/2011_02_01_archive.html
- Pengertian
Wawasan Kebangsaan adalah Wawasan Nasional bangsa Indonesia yaitu Wawasan Nusantara yang mendasari sikap dan perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan mengimplementasikan Wawasan Nusantara secara sungguh-sungguh diharapkan pencapaian tujuan nasional akan terjamin, identitas dan integritas bangsa dapat dipertahankan. Selain itu, wawasan kebangsaan Indonesia dapat berarti sebagai wawasan yang memeiliki landasan moral dan etik. Wawasan bangsa Indonesia tidak menempatkan bangsa kita diatas bangsa, tetapi menghargai harkat dan martabat kemanusiaan serta hak dan kewajiban asasi manusia. Hal ini dikarenakan wawasan kebangsaan kita mempunyai unsur kemanusiaan yang adil dan beradap yang mengakui adanya nilai-nilai universal kemanusiaan. Sebagai bangsa yang majemuk tetapi satu dan utuh.
- Konsepsi Kebangsaan Indonesia
Konsep kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia.
Dalam kenyataannya konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi
nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD
1945. Konsep kebangsaan itulah yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-
bangsa lain di dunia ini.
Dalam kenyataannya konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi
nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD
1945. Konsep kebangsaan itulah yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-
bangsa lain di dunia ini.
Ada sementara kalangan berpendapat, bahwa konsep kebangsaan Indonesia itu
asalnya dari Barat, yang lazim disebutnas i onal i s me Hal ini tidak semuanya benar, tetapi kita
akui bahwa ada elemen-elemen dari Barat yang mempengaruhi maupun membentuk konsep
kebangsaan yang dianut bangsa Indonesia.
asalnya dari Barat, yang lazim disebutnas i onal i s me Hal ini tidak semuanya benar, tetapi kita
akui bahwa ada elemen-elemen dari Barat yang mempengaruhi maupun membentuk konsep
kebangsaan yang dianut bangsa Indonesia.
Dorongan yang melahirkan kebangsaan kita bersumber dari perjuangan untuk
mewujudkan kemerdekaan, memulihkan martabat kita sebagai manusia.
Wawasan kebangsaan Indonesia menolak segala diskriminasi suku, ras, asal-usul, keturunan,
warna kulit, kedaerahan, golongan, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
mewujudkan kemerdekaan, memulihkan martabat kita sebagai manusia.
Wawasan kebangsaan Indonesia menolak segala diskriminasi suku, ras, asal-usul, keturunan,
warna kulit, kedaerahan, golongan, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Latar Belakang Filosofis Wawasan Kebangsaan
- Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila.
- Pemikiran berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara.
- Pemikiran berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara.
- Pemikiran berdasarkan Aspek Kesejahteraan.
- Ajaran dasar Wawasan Kebangsaan
- Landasan Idiil Pancasila
Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia telah dijadikan landasan idiil dan dasar negara sesuai Pembukaan UUD ‘45
- Landasan Konstitusional UUD' 45
Dengan demikian UUD ’45 seharusnya dan sewajarnya menjadi landasan konstitusional dari wawasan nusantara yang merupakan cara pandang dalam masyarakat.
Saya Bangga Menjadi Bangsa indonesia
http://sarinur.blogspot.com/2011_02_01_archive.html
Negara indonesia adalah negara yang memiliki total penduduk seratus juta lebih, dengan keragaman bangsa Indonesia yang seharusnya dimanfaatkan agar kita dapat bersatu dan menjadi lebih kuat sehingga dapat dihormati oleh bangsa lain.
Berbagai macam alasan mengapa saya bangga menjadi bangsa indonesia:
Negara indonesia adalah negara kepulauan, karena mempunyai pulau terbanyak di bumi ini,dan kepulauan itu menjadi daya tarik di mata internasional.Hal ini dapat kita jadikan inisiatif agar menjaga kelestarian dan keindahan pulau di negara indonesia.
Negara indonesia mempunyai banyak propinsi dan daerah, masing-masing propinsi mempunyai kebudayaan masing-masing dan adat istiadat masing-masing. Diantaranya upacara adat seperti di Bali, di Jawa, ondel-ondel budaya DKI Jakarta, dan Reog Ponorogo.
Negara Indonesia juga mempunyai berbagai macam kesenian dan suku. Diantaranya seni tari,nyanyian daerah,seni wayang. Seperti tari Topeng dari Daerah DKI jakarta,Tari Legong dari Bali, salah satunya nyanyian daerah Jawa Barat yaitu Manuk Dadali.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Namun saat ini batik tidak hanya popular di Indonesia saja, tetapi sudah dapat dijumpai di negara-negara lain di dunia .
Makanan khas. Setiap propinsi dan daerah di Negara Indonesia mempunyai makanan khas, dan yang patut kita banggakan, makanan khas yang ada di indonesia sudah dikenal oleh mancanegara.
Kecerdasan Warga Negara Indonesia . Kita lihat di berbagai macam perlombaan, dari yang bersifat nasional, hingga internasional. Bulutangkis, olimpiade sains, adalah beberapa contoh cabang prestasi yang dimiliki bangsa Indonesia.
Rasa bangga atas bangsa ini adalah perwujudan rasa nasionalisme kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan dan bisa membanggakannya. Seluruh capaian prestasi bangsa ini, baik yang terburuk sekalipun maupun yang terbaik, haruslah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa yaitu bangsa Indonesia yang harus kita terima dengan lapang dada. Apapun prestasi bangsa ini kita harus tetaplah bangga. Apapun yang terjadi dengan negeri ini, sepatutnya kita harus bangga dan mensyukurinya sebagai perwujudan rasa nasionalisme atas negeri tercinta ini. Nasionalisme senantiasa identik dengan kesetiaan dan solidaritas yang kuat dari para warganya. Rasa nasionalisme yang tinggi akan membawa kita menjadi peribadi bangsa yang lebih baik dengan tetap bangga atas kondisi dan prestasi bangsa ini. Kata MERDEKA patut dikumandangkan bagi Negara Tercinta ini, Negara Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)